Skip to content
OFFICE: 024-760-5080 HOTLINE: 081-7096-6382, 0813-1888-0455 E-mail: vincifire.semarang@gmail.com

Bagaimana Cara Kerja Dari Beam Detector?

Beam detector adalah jenis detektor asap yang dirancang khusus untuk melindungi area luas, ruang tinggi, atau bangunan terbuka seperti gudang, atrium, pabrik, dan aula besar. Prinsip cara kerja Beam Detector menggunakan sinar cahaya (biasanya inframerah) yang dipancarkan melintasi ruangan untuk mendeteksi keberadaan asap.

Berikut penjelasan cara kerjanya secara sederhana dan jelas:

Prinsip Dasar: Light Obscuration (Pengaburan Cahaya)

Beam detector bekerja berdasarkan pengurangan intensitas sinar cahaya akibat partikel asap.
Ketika tidak ada asap → sinar sampai ke penerima dengan kekuatan penuh.
Ketika ada asap → partikel asap menyerap dan memantulkan (scatter) sebagian sinar → intensitas cahaya yang diterima berkurang.

Jika penurunan ini mencapai ambang batas tertentu (misalnya 20–50% obscuration, tergantung pengaturan), detektor akan memicu alarm.

Berikut ilustrasi cara kerja beam detector tipe reflektif (yang paling umum digunakan)

Gambar di atas menunjukkan bagaimana sinar inframerah dikirim dari unit detektor, memantul di reflektor di ujung ruangan, lalu kembali ke unit yang sama. Ketika asap muncul di jalur sinar, cahaya terhalang → detektor mendeteksi penurunan sinyal.

Dua Tipe Utama dan Cara Kerjanya

Tipe Reflektif (Reflective Beam Detector)

  • Unit pemancar dan penerima berada dalam satu perangkat
  • Di ujung ruangan dipasang reflektor (cermin khusus)
  • Sinar pergi ke reflektor → dipantulkan kembali ke unit
  • Keunggulan: pemasangan kabel hanya di satu sisi saja, lebih praktis

Ilustrasi Tipe Reflektif

Tipe Projected / End-to-End

  • Pemancar (transmitter) dipasang di satu sisi ruangan
  • Penerima (receiver) dipasang di sisi berlawanan
  • Sinar berjalan lurus dari satu ujung ke ujung lainnya
  • Cocok untuk jarak sangat jauh (bisa hingga 100+ meter)

Mengapa Efektif di Area Luas?

  • Satu jalur sinar bisa mengawasi ribuan meter persegi
  • Asap cenderung naik ke atas → beam detector yang dipasang di ketinggian tinggi sangat sensitif
  • Mendeteksi asap tipis sekalipun karena jalur sinar sangat panjang

Ringkasan Proses Deteksi

  1. Sinar inframerah dipancarkan terus-menerus
  2. Sinyal diterima normal → kondisi aman
  3. Asap masuk jalur sinar → intensitas cahaya turun
  4. Penurunan melebihi ambang → sinyal alarm dikirim ke panel kebakaran
  5. Beberapa model modern juga bisa membedakan antara asap, debu, atau gangguan sementara (fault vs fire)

Dengan cara kerja seperti ini, beam detector menjadi solusi paling efisien dan ekonomis untuk proteksi kebakaran di ruang besar, tanpa perlu memasang ratusan detektor titik konvensional.

Bagaimana cara kerja dari beam detector CONTACT PERSON VINCI

Artikel diatas merupakan cara kerja dari Beam Detector. Jika anda tertarik untuk memproteksi bangunan anda, silakan hubungi kami Vinci Fire Protection atau bisa datang ke kantor kami guna konsultasi untuk mewujudkan keinginan anda memasang sistem proteksi kebakaran.

Vinci Fire Semarang

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Open chat
Selamat datang. Ada yang bisa kami bantu?