Beam detector adalah jenis detektor asap yang dirancang khusus untuk melindungi area luas, ruang tinggi,…
Apakah Perlu Memiliki APAR Untuk Kendaraan?
Pernah gak sih kamu mikir, “Kalau mobil atau motor kebakaran di jalan, gimana ya?” Kebakaran kecil di kendaraan bisa terjadi kapan saja – mulai dari korsleting kabel, oli bocor, sampai tabrakan kecil yang bikin percikan api. Di Indonesia, kasus kebakaran mobil/motor cukup sering terjadi, terutama di musim kemarau atau saat macet panas. Untuk antisipasi pastikan anda memiliki APAR untuk kendaraan.
Nah, APAR kecil (ukuran 1 kg) khusus untuk kendaraan ini bisa jadi penyelamat! Banyak orang masih ragu: “Perlu gak sih? Mahal gak? Dimana taruhnya?” Yuk, kita bahas lengkap biar kamu bisa putuskan sendiri.
Kenapa Perlu Bawa APAR Kecil di Mobil/Motor?
- Api kecil bisa cepat membesar
Api dari mesin mobil atau aki motor bisa nyebar ke bensin dalam hitungan menit. APAR kecil bisa padamkan api dini sebelum Damkar datang (yang kadang butuh 15-30 menit di Jakarta). - Apakah Wajib Hukum Memiliki APAR Untuk Kendaraan
Untuk mobil pribadi & motor, belum wajib secara undang-undang, tapi untuk kendaraan umum (taksi, angkot, truk) wajib punya APAR. Tapi banyak perusahaan asuransi & polisi lalu lintas sekarang merekomendasikan punya APAR kecil – bahkan bisa jadi nilai plus saat klaim asuransi. - Ringan & Praktis
APAR 1 kg cuma seberat botol air mineral besar, gak bikin bagasi penuh. Bisa dipasang di bawah jok motor atau di dashboard/kursi belakang mobil. - Murah & Tahan Lama
Harga mulai dari Rp150.000 – Rp350.000 untuk yang SNI (standar nasional). Masa pakai 5-10 tahun, tinggal cek tekanan rutin.
Jenis APAR yang Cocok untuk Mobil/Motor
Pilih yang powder (ABC Dry Chemical) – bisa padamkan api kelas A (kain/kayu), B (minyak/bensin), C (listrik). Jangan pakai APAR air atau foam, karena bisa bikin korsleting tambah parah.
Rekomendasi murah & bagus di pasar Indonesia 2026 dan sudah berstandar SNI
- Tonata
- Servvo
- Gunnebo
Cara Pasang & Pakai yang Benar
- Tempat penyimpanan
- Mobil: Di dashboard, kursi belakang, atau bagasi (jangan di tempat panas langsung matahari).
- Motor: Di bawah jok atau bracket khusus di bagasi belakang.
- Cara pakai saat darurat (PASS)
- Pull: Tarik pin pengaman
- Aim: Arahkan nozzle ke pangkal api
- Squeeze: Tekan tuas
- Sweep: Semprot bolak-balik sampai api padam
- Perawatan
- Cek tekanan (jarum harus di zona hijau) setiap 6 bulan.
- Ganti kalau sudah kadaluarsa atau tekanan turun.
Perlu banget bawa APAR kecil di mobil/motor, terutama kalau sering bepergian jauh atau lewat daerah rawan macet. Harganya murah, ringan, dan bisa selamatkan kendaraan + nyawa. Lebih baik punya & gak dipakai, daripada butuh tapi gak ada!

Nah itu tadi menjawab apakah kendaraan perlu memiliki APAR atau tidak perlu. Jika anda tertarik untuk memproteksi bangunan anda, silakan hubungi kami Vinci Fire Protection atau bisa datang ke kantor kami guna konsultasi untuk mewujudkan keinginan anda memasang sistem proteksi kebakaran.
This Post Has 0 Comments