Beam detector adalah jenis detektor asap yang dirancang khusus untuk melindungi area luas, ruang tinggi,…
Kenapa APAR bisa Bocor?
APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah perlengkapan keselamatan wajib di gedung, pabrik, kendaraan, hingga rumah. Sayangnya, banyak orang baru sadar APAR-nya bermasalah saat terjadi kebakaran dan ternyata tabung sudah bocor atau tekanannya hilang. Kebocoran APAR bisa menyebabkan kegagalan total saat paling dibutuhkan.
Berikut 8 penyebab paling umum APAR bocor:
1. Seal dan Katup (Valve) Rusak
Seal karet pada katup mudah getas karena usia, panas, atau bahan kimia. Jika seal sudah mengeras atau retak, gas bertekanan (biasanya nitrogen) akan keluar perlahan.
2. Tabung Karat atau Korosi
Terutama pada APAR yang disimpan di area lembab (garasi, gudang dekat laut, basement). Karat pada badan tabung atau bagian dasar bisa membuat lubang kecil yang tidak terlihat.
3. Tekanan Berlebih karena Suhu Ekstrem
APAR yang terkena panas matahari langsung (misalnya di dalam mobil yang parkir di luar) bisa mengalami kenaikan tekanan melebihi batas aman, sehingga safety valve membuka otomatis dan mengeluarkan isi.
4. Jarang Dicek dan Di-refill
APAR powder dan CO₂ biasanya memiliki masa kadaluarsa 1–2 tahun untuk isi media dan 5–10 tahun untuk hidrostatik test tabung. Jika tidak pernah dicek, kebocoran kecil tidak terdeteksi.
5. Benturan Fisik
Tabung terjatuh, tertabrak forklift, atau terbentur benda keras bisa merusak katup, selang, atau bahkan badan tabung sehingga muncul retak halus.
6. Kualitas APAR Abal-abal
APAR murahan sering menggunakan material tipis dan seal berkualitas rendah. Kebocoran bisa terjadi dalam hitungan bulan setelah pembelian.
7. Selang (Hose) Retak
Pada APAR jenis CO₂ atau foam, selang karet bisa mengeras dan retak seiring waktu, terutama jika sering dilipat paksa atau terkena minyak/solvent.
8. Safety Pin dan Segel Plastik Hilang/Rusak
Meski bukan penyebab langsung bocor, jika safety pin dicabut dan tuas tidak sengaja tertekan (misalnya saat pindah tempat), isi APAR bisa keluar semua.
Cara Mencegah APAR Bocor
- Lakukan inspeksi bulanan: cek jarum indikator tekanan (harus di zona hijau), pastikan segel utuh, tidak ada karat.
- Simpan di tempat teduh, kering, suhu 5–45°C, jauh dari sinar matahari langsung.
- Gunakan jasa isi ulang dan hidrostatik test resmi setiap 1–2 tahun (powder/foam) atau 5 tahun (CO₂).
- Pilih APAR berlabel SNI atau memiliki sertifikat Dinas Pemadam Kebakaran.
- Pasang bracket dinding yang kuat agar tidak jatuh.

Nah itu tadi faktor penyebab kebocoran pada alat pemadam api ringan. Jika anda tertarik untuk memproteksi bangunan anda, silakan hubungi kami Vinci Fire Protection atau bisa datang ke kantor kami guna konsultasi untuk mewujudkan keinginan anda memasang sistem proteksi kebakaran.
This Post Has 0 Comments