Kini hadir Vinci Fire Protection - Pancasona Prima Perkasa menjual APAR ber-SNI di Semarang lengkap…
Permasalahan APAR yang Sering Terjadi
Alat pemadam api ringan atau APAR berdiri sebagai penjaga yang diam, siap bertindak di hadapan bahaya dan melindungi nyawa serta harta benda. Namun, seperti peralatan lainnya, alat pemadam api memerlukan perawatan rutin agar dapat berfungsi dengan baik saat dibutuhkan. Memahami masalah umum pada alat pemadam api sangat penting untuk menjaga pertahanan yang andal terhadap potensi kebakaran. Layanan pemeliharaan alat pemadam api di Vinci Fire Protection membahas permasalahan APAR yang sering terjadi dan juga cara mengatasinya secara proaktif.
1. Kehilangan Tekanan
Salah satu masalah paling umum yang dihadapi pemadam api adalah kehilangan tekanan. Seiring waktu, pemadam api dapat kehilangan tekanan akibat faktor seperti kebocoran, perubahan suhu, atau cacat produksi. Pemeriksaan visual sederhana pada pengukur tekanan dapat membantu mengidentifikasi masalah ini. Jika jarum tidak berada di zona hijau, hal ini menandakan kehilangan tekanan.
Solusi: Dalam kasus kehilangan tekanan, alat pemadam api harus dikeluarkan dari penggunaan dan diganti atau diisi ulang segera oleh profesional bersertifikat. Pemeriksaan tekanan secara rutin selama pemeliharaan dapat mencegah masalah ini.
2. Bagian yang Rusak atau Korosi
Alat pemadam api terpapar berbagai kondisi lingkungan, yang menyebabkan keausan. Bagian yang rusak atau korosi, seperti selang, nozzle, atau katup, dapat mengganggu fungsi alat pemadam api.
Solusi: Pemeriksaan rutin harus mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap semua komponen. Bagian yang rusak atau korosi harus diganti segera untuk memastikan efektivitas alat pemadam api selama keadaan darurat.
3. Penutup Keamanan yang Tidak Tertutup dengan Benar atau Rusak
Penjepit keamanan pada alat pemadam api adalah komponen penting yang mencegah pelepasan tidak sengaja. Jika penjepit keamanan hilang, tidak terpasang dengan benar, atau rusak, alat pemadam api dapat melepaskan diri secara tidak sengaja atau gagal melepaskan diri saat dibutuhkan.
Solusi: Periksa penjepit keamanan selama inspeksi rutin. Jika ditemukan masalah, ganti penjepit segera. Pelatihan rutin bagi staf tentang penanganan yang benar dan penggunaan penjepit keamanan juga sangat penting.
4. Alat Pemadam Api Kadaluwarsa
Alat pemadam api memiliki tanggal kadaluwarsa, biasanya tertera pada label. Menggunakan alat pemadam api kadaluwarsa dapat berisiko, karena mungkin tidak berfungsi dengan benar saat dibutuhkan.
Solusi: Periksa secara rutin tanggal kadaluwarsa pada alat pemadam api dan ganti sebelum kadaluwarsa. Inspeksi dan pemeliharaan profesional oleh layanan pemadam api di Sydney juga dapat mengidentifikasi masalah potensial sebelum menjadi kritis.
5. Nozzle atau Selang Tersumbat
Debu, kotoran, atau bahkan serangga dapat menyumbat nozzle atau selang pemadam api, menghalangi pelepasan agen pemadam.
Solusi: Selama pemeliharaan rutin, periksa dan bersihkan nozzle dan selang dari penyumbatan. Dorong lingkungan yang bersih di sekitar pemadam api dan simpan di lokasi yang mudah diakses dan bebas debu.
Dengan tetap waspada dan mengambil tindakan korektif saat diperlukan, individu dan bisnis dapat mempertahankan pertahanan yang kokoh terhadap sifat tak terduga dari kebakaran. Dalam bidang keselamatan kebakaran, pengetahuan dan tindakan proaktif merupakan landasan utama kesiapan. Selalu gunakan jasa profesional saat ingin mengatasi masalah dengan alat pemadam api atau untuk pemasangan alat pemadam api yang tepat di Sydney demi keamanan maksimal.

Nah itu tadi permasalahan APAR yang sering terjadi dan cara mengatasinya. Jika anda tertarik untuk memproteksi bangunan anda, silakan hubungi kami Vinci Fire Protection atau bisa datang ke kantor kami guna konsultasi untuk mewujudkan keinginan anda memasang sistem proteksi kebakaran.
This Post Has 0 Comments