Skip to content
OFFICE: 024-760-5080 HOTLINE: 081-7096-6382, 0813-1888-0455 E-mail: vincifire.semarang@gmail.com

Sejarah Menarik Alat Pemadam Api

Setiap hari kita melihat tabung merah berisi “cairan ajaib” tergantung di dinding rumah, kantor, sekolah, atau mall atau yang selama ini dikenal dengan alat pemadam api. Kita lewat begitu saja tanpa tahu sejarahnya. Padahal, alat ini sudah menyelamatkan jutaan nyawa. Yuk, kita telusuri sejarah, perkembangan, jenis, dan cara merawat alat pemadam api

  • Tahun 1723
    Ambrose Godfrey (ahli kimia Inggris) menciptakan alat pemadam pertama: tong berisi cairan pemadam + ruang timah berisi bubuk mesiu. Saat sumbu dinyalakan, mesiu meledak dan menyemprotkan cairan ke api.
  • Tahun 1818
    George Manby membuat versi modern: tabung tembaga berisi larutan kalium karbonat + udara bertekanan. Cairan bisa disemprotkan ke api.
  • Tahun 1881
    Muncul tipe soda-asam: campur soda kue + asam sulfat menghasilkan gas CO₂ yang mendorong air ke api.
  • Tahun 1912
    Tipe CTC (karbon tetraklorida) untuk api listrik & cairan, tapi kemudian dilarang karena beracun.
  • Tahun 1924
    Perusahaan Walter Kidde meluncurkan pemadam CO₂ – aman untuk listrik.
  • Tahun 1950–1960-an
    Lahir pemadam bubuk kering (seperti yang kita pakai sekarang) dengan bahan monoammonium phosphate.

Setiap jenis api butuh alat yang berbeda:

Kelas ApiContoh BahanAlat yang Cocok
AKayu, kertas, kainAir atau busa
BBensin, minyak, catCO₂ atau bubuk kering
CListrik menyalaCO₂ atau bubuk kering
DLogam (magnesium, titanium)Bubuk khusus
KMinyak goreng di dapurBahan kimia basah
Kelompok Kelas Api

Jangan cuma gantung, tapi rawat!

1. Cek Sendiri Tiap Bulan

  • Lihat ada penyok, karat, atau bocor?
  • Jarum tekanan harus di zona hijau.
  • Selang & nozzle tidak tersumbat.

2. Inspeksi Tahunan oleh Ahli

Hubungi jasa inspeksi pemadam api di Semarang (atau kota Anda). Teknisi akan:

  • Cek tekanan & segel
  • Uji katup
  • Ganti bagian rusak
  • Biaya inspeksi jauh lebih murah daripada kerugian kebakaran!

3. Uji Hydrostatic (Tiap 5–12 Tahun)

Tabung diisi air, ditekan melebihi batas normal, untuk pastikan tidak bocor. Khusus untuk tipe CO₂ atau tekanan tinggi.

4. Isi Ulang Setelah Dipakai

Meski cuma semprot sedikit, harus diisi ulang. Teknisinya akan:

  • Tambah bahan pemadam
  • Isi tekanan kembali
  • Pasang stiker “sudah diisi ulang”

5. Penempatan yang Benar

  • Mudah terlihat & terjangkau (tidak ditutup lemari)
  • Tinggi 80–120 cm dari lantai
  • Dekat pintu keluar, bukan di atas kompor

Alat pemadam api adalah bukti manusia tidak mau kalah sama api. Dari ledakan mesiu tahun 1723 hingga tabung merah canggih sekarang, kita terus berinovasi.

Tapi alat canggih pun tak berguna kalau rusak atau kosong. Mulailah dari diri sendiri:

  • Cek bulanan
  • Inspeksi tahunan lewat Vinci Fire Protection
  • Ikuti aturan lokal

Dengan perawatan rutin, kita ciptakan dunia di mana kebakaran tidak lagi merenggut nyawa atau harta. Alat pemadam api itu bukan hiasan ia adalah sahabat setia yang siap menyelamatkan kita kapan saja.

CONTACT PERSON VINCI Sejarah Menarik Alat Pemadam Api

Nah itu tadi penjelasan sejarah, perkembangan, jenis, dan cara merawat alat pemadam api. Jika anda tertarik untuk memproteksi bangunan anda, silakan hubungi kami Vinci Fire Protection atau bisa datang ke kantor kami guna konsultasi untuk mewujudkan keinginan anda memasang sistem proteksi kebakaran.

Vinci Fire Semarang

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Open chat
Selamat datang. Ada yang bisa kami bantu?