Kini hadir Vinci Fire Protection - Pancasona Prima Perkasa menjual APAR ber-SNI di Semarang lengkap…
Sejarah Menarik Alat Pemadam Api
Setiap hari kita melihat tabung merah berisi “cairan ajaib” tergantung di dinding rumah, kantor, sekolah, atau mall atau yang selama ini dikenal dengan alat pemadam api. Kita lewat begitu saja tanpa tahu sejarahnya. Padahal, alat ini sudah menyelamatkan jutaan nyawa. Yuk, kita telusuri sejarah, perkembangan, jenis, dan cara merawat alat pemadam api
Awal Mula yang Sederhana
- Tahun 1723
Ambrose Godfrey (ahli kimia Inggris) menciptakan alat pemadam pertama: tong berisi cairan pemadam + ruang timah berisi bubuk mesiu. Saat sumbu dinyalakan, mesiu meledak dan menyemprotkan cairan ke api. - Tahun 1818
George Manby membuat versi modern: tabung tembaga berisi larutan kalium karbonat + udara bertekanan. Cairan bisa disemprotkan ke api. - Tahun 1881
Muncul tipe soda-asam: campur soda kue + asam sulfat menghasilkan gas CO₂ yang mendorong air ke api. - Tahun 1912
Tipe CTC (karbon tetraklorida) untuk api listrik & cairan, tapi kemudian dilarang karena beracun. - Tahun 1924
Perusahaan Walter Kidde meluncurkan pemadam CO₂ – aman untuk listrik. - Tahun 1950–1960-an
Lahir pemadam bubuk kering (seperti yang kita pakai sekarang) dengan bahan monoammonium phosphate.
Jenis-Jenis Alat Pemadam Api
Setiap jenis api butuh alat yang berbeda:
| Kelas Api | Contoh Bahan | Alat yang Cocok |
|---|---|---|
| A | Kayu, kertas, kain | Air atau busa |
| B | Bensin, minyak, cat | CO₂ atau bubuk kering |
| C | Listrik menyala | CO₂ atau bubuk kering |
| D | Logam (magnesium, titanium) | Bubuk khusus |
| K | Minyak goreng di dapur | Bahan kimia basah |
Cara Merawat Alat Pemadam (Supaya Selalu Siap Pakai)
Jangan cuma gantung, tapi rawat!
1. Cek Sendiri Tiap Bulan
- Lihat ada penyok, karat, atau bocor?
- Jarum tekanan harus di zona hijau.
- Selang & nozzle tidak tersumbat.
2. Inspeksi Tahunan oleh Ahli
Hubungi jasa inspeksi pemadam api di Semarang (atau kota Anda). Teknisi akan:
- Cek tekanan & segel
- Uji katup
- Ganti bagian rusak
- Biaya inspeksi jauh lebih murah daripada kerugian kebakaran!
3. Uji Hydrostatic (Tiap 5–12 Tahun)
Tabung diisi air, ditekan melebihi batas normal, untuk pastikan tidak bocor. Khusus untuk tipe CO₂ atau tekanan tinggi.
4. Isi Ulang Setelah Dipakai
Meski cuma semprot sedikit, harus diisi ulang. Teknisinya akan:
- Tambah bahan pemadam
- Isi tekanan kembali
- Pasang stiker “sudah diisi ulang”
5. Penempatan yang Benar
- Mudah terlihat & terjangkau (tidak ditutup lemari)
- Tinggi 80–120 cm dari lantai
- Dekat pintu keluar, bukan di atas kompor
Alat pemadam api adalah bukti manusia tidak mau kalah sama api. Dari ledakan mesiu tahun 1723 hingga tabung merah canggih sekarang, kita terus berinovasi.
Tapi alat canggih pun tak berguna kalau rusak atau kosong. Mulailah dari diri sendiri:
- Cek bulanan
- Inspeksi tahunan lewat Vinci Fire Protection
- Ikuti aturan lokal
Dengan perawatan rutin, kita ciptakan dunia di mana kebakaran tidak lagi merenggut nyawa atau harta. Alat pemadam api itu bukan hiasan ia adalah sahabat setia yang siap menyelamatkan kita kapan saja.

Nah itu tadi penjelasan sejarah, perkembangan, jenis, dan cara merawat alat pemadam api. Jika anda tertarik untuk memproteksi bangunan anda, silakan hubungi kami Vinci Fire Protection atau bisa datang ke kantor kami guna konsultasi untuk mewujudkan keinginan anda memasang sistem proteksi kebakaran.
This Post Has 0 Comments